Serodja

Program Seroean Sedjarah! ini akan menganalisa kembali pemahaman sejarah Indonesia,khususnya tragedi kemanusiaan 65 berbasis produk media komunitas. Program ini bertujuan untuk memfasilitasi dialog guru sejarah se-DIY dalam rangka pengembangan acuan pengajaran sejarah, khususnya narasi 65; memberikan ruang kepada publik untuk mengapresiasi kegiatan kebudayaan lokal yang memiliki muatan pendidikan sejarah kritis 65, seperti seni pertunjukan (ketoprak, teater), seni musik (gamelan, perkusi) dan sinematografi (film dokumenter). Hasil dari Kampanye Seroean Sedjarah! adalah pengimplementasian proses ajar sejarah SMA khususnya narasi 65 dengan media alternatif (pemutaran film dokumenter); pengembangan pengetahuan publik mengenai tragedi kemanusiaan 65 di Indonesia melalui keberagaman versi (metode story telling oleh para survivor), menstimulasi publik sebagai pelaku pembentuk sejarah untuk menciptakan karya komunitas berupa teks dan audio visual sebagai bentuk partisipasi aktif penulisan sejarah alternatif.

Kampanye Seroean Sedjarah! ini akan membawa manfaat besar terutama bagi guru sejarah dan khalayak umum. Untuk mencapai manfaat tersebut, program yang digagas ini akan dilakukan dengan pendekatan partisipatif, artinya melibatkan komunitas yang tersebar di berbagai kalangan masyarakat. Dengan peningkatan kapasitas kontra hegemoni, wacana tandingan melalui media berusaha memberi alternatif terhadap satu model kekuasaan sejarah dalam pendidikan.